Thursday, September 12, 2013

my story

Bismillahirrahmanirrahim~

Alhamdulillah hari ni da 2 minggu lebih saya berpantang :) 
(dan saya masih survive!)
erm..sebanyak-banyak terima kasih kepada encik suami saya,
yang menjaga saya selama berpantang ni,
(dan yang akan memastikan saya terus berpantang sampai hari ke 40 '-__- )
maka, tak perlulah saya susah-susah cari orang 
untuk jaga saya dalam hari-hari awal bergelar seorang ummi n :)

dah lama sebenarnya terfikir nak buat post
tetang pengalaman saya selama pregnant dan bersalin,
tapi dua-dua dah lepas dah
(it's ok, better late than never kan?)
so, alang-alang my little soldier sedang tidur,
saya ambil kesempatan nak post something kat sini..

orang kata,
sakit bersalin tu sakit yang paling sakit setelah sakit mati,
macam bertarung nyawa!

erm,
tak pastilah nak cakap macamana,
tapi pokoknya memang sakit sangat,
dan sampai sekarang masih ingat rasa sakit tu (ye ke?)

**************************************************************

Tanggal 26 ogos 2013

pagi-pagi waktu nak ambil wudhu'
saya perasan ana sedikit darah berwarna merah segar yang keluar dari jalan lahir..
sebenarnya dah 2 hari ada darah sikit-sikit yang keluar,
tapi agak kecokelatan..

hari ni lain sikit,
warna dia merah..
dan disebabkan memang due melahirkan hari ni,
saya ajak la suami untuk pergi check up..
in case ada apa-apa..

di hospital,
setelah melakukan pemeriksaan dalam,
bidan tolong pasangkan CTG
untuk monitor baby dan contraction saya..

"ada minum rumpu fatimah ke?"
tanya bidan

saya tersenyum dan menggelengkan kepala
sambil memandang ke arah suami

dulu kami sebagai medical student la yang selalu tanya soalan ni
pada ibu-ibu yang nak bersalin disertai dengan kontraksi hebat,
sekarang, giliran saya pula yang ditanya..

mesin CTG tu menunjukkan kontraksi saya mencapai 80-90%

"kontraksinya udah bagus ya, ga rasa nyeri?"
sambung bidan itu lagi

"ngga.."
saya menjawab

"tapi pembukaannya baru di OUE aja..belum 1 cm lagi..
kita tunggu sampai 15 menit ya.."

ibu, sekarang usia kehamilannya udah 40 minggu kan,
kalau diinduce ibu setuju ga?

saya diam..

"erm..kalau bayinya sehat-sehat aja,
saya mau nunggu aja, jangan diinduce..
tanya aja dulu ke dokternya gimana"

baik, nanti saya laporkan ke dokternya dulu ya"
lalu bidan itu keluar mennggalkan saya dan suami di ruangan tersebut

beberapa minit kemudian,
dokter menasihatkan agar pulang dulu,
dan kontrol lagi petang besok..

keadaan masih tenang waktu pulang,
sampai waktu malam pun,
masih sempat makan nasi padang di perjumpaan MARA :)

Tanggal 27 ogos 2013
jam menunjukkan pukul 2 pagi,
saya mula resah,
sakit pinggang,
tak boleh tidur..

tapi sakitnya hilang timbul,
masih ada beberapa minit yang mata saya masih boleh terlelap..

saya kejutkan suami,
dan dia cuba menenangkan..

"masih boleh tahan tak?"

"boleh"
saya mengangguk

biasanya anak pertama lama proses lahirnya,
jadi saya pun memutuskan untuk menunggu sampai sakit menjadi lebih constant dan kuat..

jam 8 pagi,
setelah sarapan dan siap-siap,
saya mintak untuk ke hospital
kononnya dah sakit sangat lah..

setibanya di hospital,
dilakukan pemeriksaan dalam
dan pemasangan CTG

"la..baru 2cm?"
detik saya dalam hati..rasa sakit macam dah besar sangat bukaknye

Alhamdulillah, ruangan yang dibooking sejak awal kosong,
kontraksi sudah bagus dan makin sering,
jadi kami memutuskan untuk stay je..

tak lama kemudian,
beberapa orang teman datang..
miss pinky_strange, mochi, jiha dan abelle

happy jugak ada kawan-kawan datang time-time sakit ni
(tapi segan jugak la, takut2 ada adegan yang tak diingini berlaku..huhu)

rasa sakit yang hilang timbul tu
berterusan sampailah dah 7cm..
waktu ni kira-kira dah pukul 4 ptg kalau tak salah..

bila dah buka 7cm, saya mula merasakan sakit yang continuous
dan menjalar ke pinggang
macam nak patah je pinggang..

suami yang dari tadi duduk di sebelah kiri saya
dah puas duk suap makanan
"untuk tenaga waktu nk ngedan (teran) nanti" katanya..
bubur sebungkus dari tadi tak habis-habis jugak

bila rasa sakit tu datang,
Alhamdulillah ada tangan untuk saya genggam kuat-kuat
(maaf ye kalau sakit)
dan Alhamdulillah jugak kawan yang dari pagi tadi meneman
pun turut bantu mengurut pinggang 
dan meminjamkan tangan untuk saya pegang (err..genggam)

tak lama lepas masuk 7cm,
tiba-tiba saya rasa ada bunyi
POP

"rasanya ketuban pecah ni"
detik hati saya

benar,
keluarlah air ketuban yang banyak dari jalan lahir

kawan-kawan saya terus panggil bidan lagi
dan dilakukan pemeriksaan dalam lagi

"dah 8cm"
kata bidan

"haih, baru lapan ke? saya ingat dah nak 10cm"
rasa masa berjalan sangat lambat..

"sabar ya, duha boleh..abang yakin duha boleh"

"duha kuat, sikit lagi"

semua kata-kata motivasi dari suami dan teman 
memberi saya kekuatan untuk terus bertahan

"duha tarik nafas panjang, lepaskan.."
"astaghfirullah..astaghfirullah.."
saya terus diingatkan..

walaupun beberapa bulan yang lalu,
saya sendiri yang pernah membantu para ibu untuk bersalin,
malah Alhamdulillah saya telah diberi kesempatan oleh Allah
untuk menyambut kelahiran 4 orang bayi,
namun sekarang semua teori-teori yang saya pelajari
kalah dengan rasa sakit..

Alhamdulillah ada mereka yang mengingatkan
moga kalian dirahmatiNya selalu..

pada pembukaan 8-9cm,
cabaran yang sangat hebat adalah menahan/melawan kontraksi..
sakit yang teramat sangat menyebabkan secara automatik,
perasaan ingin meneran datang..

tapi belum waktunya..

"jangan dulu! jangan ngedan dulu..kesian baby"
semua orang mengingatkan saya

waktu ni,
air mata dah mencurah,
kaki dan tangan dah menggeletar menahan sakit..

saya cuba ingat kata-kata ummi
"perjuangan sahabat-sahabat dulu lebih dahsyat dari kesakitan melahirkan"

saya cuba bayangkan sumayyah yang disula,
pasti lebih sakit
(tapi saya pun tak tau macamana sakitnya disula,
sekadar ikhtiar agar Allah tenangkan sikit hati saya)

saya bayangkan jugak macamana ummi boleh lahirkan 6 orang anak,
pengorbanan yang sangat hebat
(tapi jadi takut pulak nak anak banyak..huhu, jadi saya cuba pikir benda lain :p)

dan akhirnya, pembukaan dah 10cm!

tapi dokter belum datang,
saya dah fikir
takpelah, dokter takde pun saya nak teran jugak,
dah tak tahan!

bila bidan dah bantu saya mengambil posisi untuk melahirkan,
dokter setyorini SpOG KFM masuk dengan tersenyum

lalu dia mula memimpin persalinan saya
"bila ada dorongan yang kuat untuk ngedan, 
ambil nafas panjang dan ngedan ya..satu kali kontraksi kita cuba 3 kali ngedan"

setelah 2 kali saya teran,
kepala bayi 'stuck' dan tidak maju

"kalau setelah ini, ngedan masih belum keluar, saya harus epis ya"
kata dokter

dan ternyata, kali ketiga juga kepalanya masih belum keluar,
dokter langsung melakukan episiotomy,
dan Alhamdulillah,
kepala bayi terus keluar..
saya melepaskan nafas lega..

hilang rasa sakit berjam-jam yang dari tadi saya alami..

rupanya di lehernya ada lilitan tali pusat..

setelah bayi dilahirkan,
dan dibersihkan
terdengar suara tangisan yang saya tungu-tunggu

benarlah pesan suami,
"nak mendapat sesuatu yang hebat,
harus melalui proses yang hebat juga"

Alhamdulillah ya Allah,
Alhamdulillah!

moga kurniaMu ini dapat kami pelihara
dengan baik
dan menjadi saham buat kami di akhirat nanti

wallahua'lam~

Wednesday, December 5, 2012

little ones

dari ibnu Mas'ud radiallahu anhu dia berkata:
" aku berkata kepada Raulullah SAW,
ajarilah aku beberapa kalimat yang bersifat universal dan bermanfaat"

baginda SAW bersabda:
"beribadahlah kepada Allah dan janganlah sekutukanNya dengan apa pun.
selalulah berpegang dengan al-quran dalam kondisi apa pun.
terimalah kebenaran dari siapa pun yang membawanya,
baik anak-anak atau dewasa,
walaupun kamu membenci dan jauh.
tolaklah kebatilan dari siapapun yang membawanya,
baik anak-anak atau dewasa,
walaupun kamu cintai dan dekat."

riwayat Ibnu Asakir dan ad-Dailami


*******************************************


seorang anak kecil al-Husain Ibnu Fadhl menghadap khalifah,
sementara disisi khalifah terdapat banyak ulama'.
Dia ingin berbicara namun khalifah menghalangnya dan mengatakan

"apakah anak kecil akan berbicara di acara seperti ini?"

dia menjawab
"walaupun aku anak kecil, namun aku tidak lebih kecil dari hud-hudnya Sulaiman.
anda juga tidak lebih tua dari Sulaiman ketika hud-hud berbicara kepadanya.
tidakkah anda melihat bahawa Allah telah memberi pemahaman tentang hukum kepada sulaiman?
kalau seandainya yang menjadi tolak ukur adalah usia,
tentu Daud lebih utama"


**********************************************


ketika Umar Abdul Aziz dilantik sebagai khalifah,
banyak delegasi datang memberi ucapan tahniah dan selamat.

juru bicara salah satu delegasi adalah anak muda
yang berbicara mewakili delegasinya.

khalifah Umar berkata
"apakah mereka tidak menemukan seorang yang lebih tua darimu?"

dia menjawab
"wahai Amirul mukminin,
kalau yang menjadi tolak ukur adalah tuanya usia,
tentu yang menduduki jabatanmu sekarang adalah yang leih tua darimu"

"tidakkah engkau tahu bahawa manusia itu dinilai 
dari 2 bagian terkecil dari tubuhnya:

LIDAH dan HATI?"


************************************************




p/s: Kedokteran keluarga.........suppose to be nice :)  hopefully everything'll be alright~

p/s2: rindnya nak balik msia jumpa baby2 kecik yang dah makin membesar~

p/s3: Koas berlalu dengan cepat..tinggal few months lagi..


Wednesday, April 25, 2012

secoret tulisan

bismillah..

tanggal 25 April 2012..
Alhamdulillah, 
tepat 2 bulan saya bergelar seorang isteri :)

sekarang saya masih sering ditanya
"bagaimana kehidupan sebagai seorang isteri?"
"macamana rasa dah nikah?"
"apa perasaan dah jadi isteri orang?"
dan lain-lain..

malah tak sedikit yang masih mengucapkan 
"selamat pengantin baru"
takpe, isu pengantin baru ni pasti akan lapuk dalam beberapa waktu nanti :p
(tapi harapnya tidak akan lapuk buat kami berdua)

sekarang saya sudah memulakan praktikal
di rumah sakit Hasan Sadikin,
tepatnya sekarang di bagian jiwa..

ya,
rumah sakit jiwa!

setakat ni,
sudah 3 department yang saya lalui,
paling , best belajar di neurology,
tapi paling menarik pesakitnya di bagian jiwa :)

memahami jiwa manusia itu sangat sukar,
sangat tidak mudah
dan sangat memenatkan!

teori-teori yang dipelajari di sini,
mencerahkan pemikiran saya tentang
sebab dan akibat, kenapa seseorang itu boleh menghadapi gangguan jiwa..

ya mungkin tidak semuanya mengenai teori tersebut,
tepat dan benar
tapi itulah ilmu yang diajarkan kepada saya..

dan pastilah, selain daripada cara membesar,
cara dididik, bergaul dan faktor lingkungan,
bagi saya agama amat berperanan penting dalam membentuk jiwa seseorang..

dalam masalah depression atau cemas (anxiety)
teori mengatakan bahawa apabila kita menghadapi suatu masalah,
masalah tersebut atau akan ada sesuatu "perkara" 
yang disimpan dalam diri,
di dalam minda separa sedar kita..
dinamakan repression..

jika proses ini tidak dikawal,
dan berjalan terus menerus tanpa kita menangani masalah tersebut dengan bijak,
"masalah" atau "perasaan" tersebut akan cuba meloloskan diri,
mencari kesempatan untuk memasuki minda sedar (conscious) kita
dan ini menyebabkan timbulnya perasaan cemas..
begitu pula masalah yang di "repress" terlalu lama,
akan menimbulkan gejala depresi..

ini semua adalah bentuk-bentuk dari gangguan jiwa,
yang jika memberat,
akan bertukar menjadi gangguan yang lebih berat!

namun boleh kita lihat,
keindahan agama islam itu sendiri,
dalam menekankan hubungan kita dengan pencipta..

bagi saya,
sesiapa yang mempunyai masalah sering meng"repress" masalah mereka,
dan tiada siapa yang boleh dikongsikan ceritanya,
yakinlah Allah itu ada..

menangis dan meluahkan di hadapanNya,
pasti akan membantu menghilangkan bebanan,
dan dengan izinNya,
tidak akan kita merasa tertekan atau stress,
kerana bukankah hati dan perasaan kita ditentukan olehNya?

ahhh, bercakap tentang penentuan Allah taala,
teringat akan suatu nasihat,
menjelang pernikahan saya..

"dalam hidup ini,
kita yang harus memilih,
antara baik, dan buruk..
salah atau benar..
halal atau haram.."

"waktu nak nikah nanti,
pastikan awak tak buat benda-benda pelik,
yang mungkin akan disesali di kemudian hari"

"sebelum pakai make-up tebal2 sgt,
sebelum membuat majlis yang melampau dan membazir,
sebelum bersanding dan menayang-nayang diri anda di khalayak ramai,
fikir dulu,
adakah pernikahan sekali seumur hidup seperti itu,
yang akan awak kenang sampai akhir nanti?
yang akan awak ceritakan,
dan tunjukkan gambar2nya pada anak dan cucu nanti?"

"jika tidak,
maka berpada-padalah,
ikuti cara yang benar,
dan hanya awak sebagai bakal pengantin,
yang boleh "mengubah" dan "mengontrol"
majlis pernikahan awak.."

"lagipun, siapa yang nak nikah kan?"
(ayat dah diubah, tapi intinya begitulah~)

Alhamdulillah majlis saya sudah selesai,
moga Allah memberkati saya dan suami,
namun yang bakal menjelang dan menyusul,
moga anda dapat menjalankannya dengan jauh lebih baik!


p/s: doakan saya dan suami dapat beradaptasi dengan baik dalam alam pernikahan kami yang masih muda~
p/s2: Alhamdulillah ya Allah, atas segalanya..moga dipermudahkan segala urusan kami!
p/s3: bahang stress duduk dalam wad jiwa mulai terasa, kadang-kadang saya menjadi stress tak tentu pasal '-__- moga kami sehat2 saja..hehe~
p/s4: saya rindu adik usrah di nangor~
p/s5: tak lama lagi wisuda (graduation day), permudahkanlah ya Allah, begitu juga dengan department2 yang mendatang
p/s6: saya masih beradaptasi sebagai seorang isteri dan dokter muda, segala masalah dan kesalahan saya, mohon diampunkan! juga kepada kedua org tua saya yang amat saya cintai dan kasihi..i miss ummi n abah!


--------------------------------------------------------------


"Ya Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, saya terima pasangan saya sepenuhnya, maka terimalah saya sebagai hambaMu, dan terimalah ibadah-ibadah saya kepadaMu.

Ya Allah saya akui, bahwa ini semua tidak mudah, tapi saya sadari bahwa saya adalah yang terbaik baginya dan dia adalah yang terbaik bagi saya, maka akuilah saya sebagai hambaMu.

Ya Allah saya maafkan berbagai kekurangannya, malah saya akui kepelbagaian kekurangan saya yang jauh lebih banya berbandingnya, saya maafkan diri saya yang masih belum pandai mencintainya, maka maafkanlah dia dan maafkanlah saya yang terlalu sering menuntut kepadaMu dan terlalu menuntut kepadanya.

Ya Allah yang Maha Pemaaf dan Pengampun, ampunilah dosa kami berdua..bersihkan hati kami berdua..rahmati hati dan kehidupan kami berdua...

Ya Allah, saya serahkan urusan ini kepadaMu, maka serahkanlah rasa cinta yang indah dariMu kepadaku, dan perindahlah pernikahanku dengannya..


for You are my only hope ya Allah :)


amiin~

Sunday, January 29, 2012

sensitivity


Bismillah,

“Tidak semua perkara sunnah itu,

statusnya ‘sunnah biasa-biasa’ juga bagi seorang da’ie,

Ada kalanya seorang da’ie harus menjadikan sesuatu sunnah rasul itu

sebagai kemestian baginya”


“Walaupun solat malam itu hanya sunnah,

tapi harus SANGAT ditekankan bagi seorang da’ie”

Itu adalah sebahagian inti yang saya dapat

daripada program beberapa waktu yang lalu.

Seorang da’ie itu harus lebih menjaga,


Kerana mereka akan diperhati,

Mereka seharusnya dicontohi,

kerana merekalah yang membawa agama Allah..

Beberapa ketika dahulu,

Saya dan beberapa sahabat berbincang tentang


hukum bersentuhan antara lelaki dan perempuan..

“sebenarnya kan, bila yang diperbolehkan kita bersalam dengan lelaki?”

Sahabat saya memulakan.

“erm..bila dia keluarkan pistol and nak tembak kalau kita tak nak salam dia”

Saya berlawak.


“hehe..kiranya bila darurat jela..bila memang tak ada jalan lain, melainkan perlu bersalam..erm..mungkin macam tu la kot..”

Saya menyambung agak ragu-ragu..

Kerana saya tak dapat mencari contoh tepat

Untuk mengatakan diperbolehkan bersalam antara lelaki dan perempuan..


tiba-tiba saya teringat persitiwa hampir 3 tahun lepas,

di bale (asrama) 4


ketika sedang meneman salah seorang rakan saya bermain di sana,

ada 2 orang senior datang mendekati..


pada waktu ini, saya baru sahaja beberapa bulan

menjejakkan kaki di bumi UNPAD


selepas ditanya beberapa soalan,

dia bertanya

“macam mana setakat duduk kat sini?”


“erm..setakat ni oklah,

tapi ada beberapa hal yang saya nak tanya,

Masjid kat atas tu (masjid ibnu sina berhampiran asrama)

boleh ke ikut pengajian dia?”


“kenapa?”


“erm..kadang-kadang tu petang-petang dia ada wat pengajian,

saya ada ikut jugak..

tapi kadang-kadang statement dia macam saya tak taulah nak terima ke tak”


“contohnya?”


“ada banyak la,

tapi salah satu ada sorang ustaz ni kata,

boleh salam laki n perempuan..”


“owh..tak boleh ke?

Senior tadi mula memprovoke..mungkin untuk trigger saya berfikir..


Saya diam.


“Bukan memang ada pendapat kata boleh ke?”

Dia menyambung lagi.


“memang ada, tapi ustaz tu tak cakap pun atas condition ape je..

erm..takpelah”


Kemudian kami meneruskan lagi perbualan

dengan perkara-perkara lain

sebelum berpisah setelah beberapa minit kemudiannya..


**kembali ke zaman sekarang


Perbincangan dengan rakan saya disambung..


“tapi memang ada orang yang berpegang pada pendapat

dibolehkan salam antara lelaki dan perempuan..”


“tapi ada yang kata kalau tanpa nafsu je..”


“macam mana nak tahu bernafsu ke tak?”


“hurm….itulah”


“selagi kita boleh elak, kita elaklah dari bersalaman dengan lelaki kan..”

“lagipun kat Indonesia ni kan ada adat yang cukup sopan, kalau kita tak nak bersalaman dengan lelaki, kita ikutla adat tu..insyaAllah orang takkan terasa punya”


Kami semua mengangguk setuju.


Post ini sebenarnya ditulis

setengah tahun yang lalu,


Petang tadi,ketika saya melakukan ‘pembersihan’ documents dalam laptop ni,

Tiba-tiba terjumpa kembali file ini,

Lalu timbul niat untuk menyambung penulisan ni..


Sensitivity


Bagi saya, hubungan antara lelaki dan perempuan,


Banyak tergantung pada tahap sensitivity kita..

Sama ada bersalaman,

Atau sekadar ‘berborak’ dan bergelak ketawa.


Erm..btw,

peringatan ini, khususnya buat diri saya juga..


Agar saya juga dapat menjaga batas pergaulan dengan lelaki ajnabi bagi saya..


Kembali pada topic di atas,

Sensitivity..


Bergelak ketawa bersama-sama antara lelaki dan perempuan

Yang bukan mahram tampak biasa bagi sesetengah daripada kita

Dan Nampak pelik atau janggal bagi sesetengah yang lain pula..


Di sini, secara khususnya

Saya ingin tekankan tentang pergaulan

Terutamanya pada mereka yang bergelar dai’e

Atau mereka yang mengakui membawa agama Allah SWT..


Seperti yang telah ditulis di atas,

Sebagai daie sedarlah bahawa kita sebenarnya

Diperhatikan oleh kebanyakkan orang,

Walau tanpa kita ketahui..


Cara kita bergaul,

Berkata-kata,

Berjalan,

Bergelak ketawa

Dan sebagainya..


Maka tiada salahnya jika kita mengetatkan sedikit batasan pergaulan

Agar tidak ada pihak yang tersalah faham

Dengan tingkah laku kita..


Tanpa alasan munasabah,

Tak perlulah bergurau senda,

Tak perlulah berborak lama

Dan tak perlulah ‘bersentuhan’

Walaupun kononnya sentuhan itu ‘beralas’..


Dan apabila ada orang yang bukan mahram memegang anda,

Tugas kita di situ bukanlah untuk berdiam diri,

Membenarkan perbuatan itu,

Tapi menerangkan pegangan kita dan alasannya..


Ingatlah,

Islam itu mudah,

Tapi janganlah mengambil mudah

Dan malah mempermudah-mudahkannya..


Bergaullah sambil memberi contoh yang benar!


Satu lagi contoh yang ingin saya kongsikan,

Iaitu di dalam laman web social facebook..


Bergurau dan berhubungan tanpa batasan itu amat mudah sekali..

Dan ‘kononnya’ tampak halal di laman web tersebut..

Atau sengaja ‘dihalalkan’ oleh kebanyakkan daripada kita..


iyalah, bukannya komen atau borak berdua,

public kan, semua boleh lihat..


betul, itu tak dinafikan,

mungkin memang kita bukan berborak soal yang jiwang-jiwang,

main perasaan dan sebagainya,

namun ada keperluankah di situ?


Bukankah islam mengatakan,

Hanya di 3 tempat lelaki dan perempuan

Dibolehkan untuk berkomunikasi?


Kalau gurauan atau perbualan kita itu,

Soal muamalat yakni berjual beli,

Atau kesihatan dan perubatan

Ataupun soal ilmu,


Maka tidak mengapa..

Teruskanlah..


Namun kalau sekadar mengkomen

Atau dengan alasan ingin ‘mengeratkan’ silaturrahim

dengan bertegur sapa,

Maka jauhkanlah..


Kerana Allah mengarahkan kita,

Untuk menghindari..


Moga Allah melindungi hati kita semua

Dari perkara-perkara yang tidak diingini

Daripada berlaku kemudiannya..


wallahualam~


p/s: saya tak kondem siapa ad fesbuk, kalau anda bisa mengawal diri dan menjaga batasan pergaulan, maka anda sgt hebat! Kerana sesungguhnya, fesbuk ni memang memudahkan jalan bagi kita untuk bersosial dengan teman2..dengan menekan butang ‘like’ sahaja anda sebenarnya telah ‘berkomunikasi’ dengan si dia..apa lagi jika mengomen walau hanya dengan smiley..lalu berhati-hatilah dan jangan berlebihan..gunakan fesbuk utk kebaikan di jalanNya J

p/s2: Alhamdulillah, sidang sudah selesai~

p/s3: result akan keluar tak lama lagi, mohon doa semua orang, agar saya dan rakan-rakan mendapat keputusan yang terbaik buat kami..

p/s4: mau pulang ke pangkuan keluarga T-T

p/s5: mixed feelings..no expectations please! Still learning~

p/s6: sejak kebelakangan ni mudah sgt terganggu perasaan..hurm, ya Allah, ampuni dosa2ku..

p/s7: any advice (even takde kaitan dengan post) amat diharapkan :D

Friday, January 27, 2012

Thursday, January 19, 2012

5 perkara

5 PERKARA ELOK DISEBUT


Nabi Muhammad saw pernah mengingatkan umat-umatnya tentang kelima-lima perkara ini iaitu:

Perbanyakkan menyebut Allah daripada menyebut makhluk.

Sudah menjadi kebiasaan bagi kita
menyebut atau memuji-muji
orang yang berbuat baik kepada kita
sehingga kadang-kadang kita terlupa hakikat
bahawa terlampau banyak nikmat
yang telah Allah berikan kepada kita.

Lantaran itu,
kita terlupa memuji dan menyebut-nyebut nama Allah.

Makhluk yang berbuat baik sedikit
kita puji habisan tapi nikmat yang terlalu banyak Allah berikan
kita langsung tak ingat.

Sebaik-baiknya elok dibasahi lidah kita
dengan memuji Allah setiap ketika,
bukan ucapan Al-hamdulillah
hanya apabila sudah kekenyangan hingga sedawa.

Pujian begini hanya di lidah saja
tak menyelera hingga ke hati.


Perbanyakkan menyebut akhirat daripada menyebut urusan dunia.

Dunia terlalu sedikit dibandingkan dengan akhirat.
1000 tahun di dunia
setimpal dengan ukuran masa sehari di akhirat.

Betapa kecilnya nisbah umur di dunia ini
berbanding akhirat.

Nikmat dunia juga 1/100
daripada nikmat akhirat.

Begitu juga seksa dan kepayahan hidup di dunia
hanya 1/100 daripada akhirat.

Hanya orang yang senteng fikiran
sibuk memikirkan Wawasan Dunia (WD)
hingga terlupa Wawasan Akhirat (WA).

Manusia yang paling cerdik
ialah mereka yang sibuk merancang Wawasan Akhiratnya.
Saham Amanah Dunia (SAD) tak penting,
tapi yang paling penting ialah Saham Amanah Akhirat (SAA)
yang tak pernah rugi dan merudum
malahan sentiasa naik berlipat kali ganda.

Oleh itu perbanyakkanlah menyebut-nyebut
perihal akhirat supaya timbul keghairahan
menanam dan melabur saham akhirat.


Perbanyakkan menyebut dan mengingat hal-hal kematian daripada hal-hal kehidupan.

Kita sering memikirkan bekalan hidup
ketika tua dan bersara
tapi jarang memikirkan bekalan hidup
semasa mati.

Memikirkan mati adalah sunat
kerana dengan berbuat demikian
kita akan menginsafi diri
dan kekurangan amalan yang perlu dibawa ke sana.

Perjalanan yang jauh ke akhirat
sudah tentu memerlukan bekalan yang amat banyak.

Bekalan itu hendaklah dikumpulkan
semasa hidup di dunia ini.
Dunia ibarat kebun akhirat.
Kalau tak usahakan kebun dunia ini
masakan dapat mengutip hasilnya di akhirat?

Dalam hubungan ini
eloklah sikap Saidina Alli dicontohi.
Meskipun sudah terjamin akan syurga,
Saidina Ali masih mengeluh dengan hebat sekali
tentang kurangnya amalan
untuk dibawa ke akhirat yang jauh perjalanannya.

Betapa pula dengan diri kita
yang kerdil dan bergelumang dengan dosa?


Jangan menyebut-nyebut kebaikan diri dan keluarga.

Syaitan memang sentiasa hendak memerangkap diri kita
dengan menyuruh atau membisikkan kepada diri kita
supaya sentiasa mengingat
atau menyebut-nyebut tentang kebaikan yang kita lakukan
sama ada kepada diri sendiri,
keluarga
atau masyarakat amnya.

Satu kebaikan yang kita buat,
kita sebut-sebut selalu
macam rasmi ayam 'bertelur sebiji riuh sekampung'.

Kita terlupa bahawa
dengan menyebut dan mengingat kebaikan kita itu
sudah menimbulkan satu penyakit hati iaitu ujub.

Penyakit ujub ini ibarat api dalam sekam
boleh merosakkan pahala kebajikan yang kita buat.

Lebih dahsyat lagi jika menimbulkan ria'
atau bangga diri
yang mana Allah telah memberi amaran
sesiapa yang memakai sifatNya (ria')
tidak akan mencium bau syurga.

Ria' adalah satu unsur dari syirik (khafi).
Oleh itu eloklah kita berhati-hati
supaya menghindarkan diri
daripada mengingat kebaikan diri kita
kepada orang lain.

Kita perlu sedar bahawa
perbuatan buat baik yang ada pada diri kita itu
sebenarnya datang dari Allah.

Allah yang menyuruh kita buat baik.
Jadi kita patut bersyukur kepada Allah
kerana menjadikan kita orang baik,
bukannya mendabik dada mengatakan kita orang baik.
Kita terlupa kepada Allah yang mengurniakan kebaikan itu.


Jangan sebut-sebut dan nampak-nampakkan keaiban atau keburukan diri orang lain.

Kegelapan hati
ditokok dengan rangsangan syaitan
selalu menyebabkan diri kita menyebut-nyebut kesalahan
dan kekurangan orang lain.

Kita terdorong melihat keaiban orang
sehingga terlupa melihat keaiban
dan kekurangan diri kita sendiri.

Bak kata orang tua-tua
'kuman seberang lautan nampak,
tapi gajah di depan mata tak kelihatan'.

Islam menuntut kita melihat kekurangan diri
supaya dengan cara itu
kita dapat memperbaiki kekurangan diri kita.

Menuding jari mengatakan orang lain tak betul
sebenarnya memberikan isyarat
bahawa diri kita sendiri tidak betul.

Ibarat menunjuk jari telunjuk kepada orang;
satu jari arah ke orang itu tapi 4 lagi jari
menuding ke arah diri kita.

Bermakna bukan orang itu yang buruk,
malahan diri kita lebih buruk daripadanya.

Oleh sebab itu,
biasakan diri kita melihat keburukan diri sendiri
bukannya keburukan orang lain.
Jangan menjaga tepi kain orang
sedangkan tepi kain kita koyak rabak.

Dalam Islam ada digariskan sikap positif
yang perlu dihayati
dalam hubungan sesama manusia
iaitu lihatlah satu kebaikan yang ada pada diri seseorang,
meskipun ada banyak kejahatan yang ada pada dirinya.

Apabila melihat diri kita pula,
lihatkan kejahatan yang ada pada diri kita
walaupun kita pernah berbuat baik.

Hanya dengan cara ini
kita terselamat dari bisikan syaitan
yang memang sentiasa mengatur perangkap
untuk menjerumuskan kita ke dalam api neraka.


p/s: with parents in Bandung *love*

p/s2: hari selasa ini presentation minor thesis saya, mohon didoakan! *_*

Wednesday, January 18, 2012

short notes about DSAI

Soon after the historic decision of the Kuala Lumpur High Court

on 9th January 2012

to absolve Dato’ Seri Anwar Ibrahim of the sodomy allegation,

Umno-owned and controlled media wasted no time

in spinning their all too typical web of lies and slanders.


In the past week their efforts have added another allegation

to their expanding stable of lies

that Dato’ Seri Anwar is condoning

the practice of homosexuality in this country.


This vicious lie purportedly based on his statement

during an interview with the BBC (British Broadcasting Corporation)

is far from reality when the actual transcription of the interview

is analysed as reproduced below:

source:

http://www.bbc.co.uk/news/world-asia-16531714


“We will have to review archaic laws and we,

Muslims and non Muslims generally believe

and committed to support

the sanctity of marriage between man and woman in Malaysia.


But we should not be seen as punitive

and consider the archaic laws as relevant.

We need to review them.

We do not promote homosexuality

in public sphere and domain.


We will not make apologies towards that.

I think to use this sort of legislation to be punitive,

punish innocent people cannot be condoned and be tolerated.”


From his response to the BBC,

it is very clear that Dato’ Seri Anwar

holds the sanctity of marriage in the highest regards

as a matter of faith and principle being a Muslim.


He had also stated in an absolutely uncompromising position

that he, Parti Keadilan Rakyat and Pakatan Rakyat

will never engage in the organization,

approval or legitimising homosexuality.


However Dato’ Seri Anwar is of the opinion

that that outdated laws not based on the syariah

and oppressing the people need to be reviewed.


He had expressed his fear that these

archaic and repressive laws

are wantonly used by the government

in power to justify its used against anybody it wishes.


I, therefore urge that reference must be made

to Dato Seri Anwar’s actual text of the interview

and not fall into the trap waylaid by the Umno-controlled media.


No one should lend his or her support

to the dissemination of this sinister and evil propaganda

even in the name of Islam

for the teachings of this great religion in no certain terms forbids such an act.


YB HJ AHMAD BIN KASIM,
Member of Parliament, Kuala Kedah
Chairman, Enhancement of Religious Understanding Bureau, Parti Keadilan Rakyat.